Penting ! Ini Investasi Wajib Untuk Kamu yang Berusia 20-an

 Disclaimer dulu !

Tulisan ini dibuat berdasarkan teori, pengalaman, dan penyesalanku sendiri. 



Untuk kamu yang berusia 20-an ke atas, berikut beberapa investasi yang wajib kamu punya :

1. Investasi Skill dan Pendidikan

Di dunia yang serba maju sekarang, mau tidak mau, suka tidak suka kita harus memiliki Skill dan berpendidikan. Ini bukan lagi soal gengsi atau ingin mendapatkan kehormatan. Akan tetapi, agar mampu bersaing di dunia yang kemajuan teknologinya semakin cepat, lapangan kerja terbatas, dan pekerjaan yang semakin banyak digantikan oleh AI dan juga robot. Belum lagi fenomena kesenjangan antara si bodoh dan si pintar, dan si kaya dengan si miskin. Ditambah lagi dengan adanya isu tentang 'orang dalam'. Investasi dalam skill dan pendidikan adalah salah satu cara agar kita dapat bertahan hidup dalam kondisi yang demikian. 

Ada banyak cara untuk mendapatkan skill dan pendidikan. Untuk menempuh pendidikan formal mungkin mahal bagi sebagian orang, jadi setidaknya miliki skill. Ada banyak cara untuk mempelajari suatu skill. Cara yang paling mudah dan murah adalah dengan membaca buku, menonton YouTube atau sosial media yang mengajarkan skill yang ingin dipelajari, atau berburu kelas-kelas murah maupun gratis.

2. Investasi harta

 Peperangan antar negara, persaingan nasional dan internasional, hutang dan bunga negara yang terus naik, koruptor yang belum dibasmi, konflik dan sengketa wilayah membuat perekonomian dunia semakin sulit. Belum lagi mata uang kapital yang semakin tergerus inflasi. Tidak hanya itu, mata rantai generasi sandwich yang sampai hari ini belum masih belum putus. Jika kamu peduli pada dunia di masa depan, jika kamu peduli pada kehormatan masa tua, dan jika kamu peduli pada keturunanmu nanti, maka belajarlah mengelola keuangan. 

Berhentilah menghamburkan uang, tidak perlu keseringan nongkrong di tempat yang mahal, ganti kopi gengsi dengan kopi rumahan. Tidak perlu membeli gadget baru atau menambah isi lemari jika yang telah ada masih layak dan cukup memenuhi kebutuhan. Cancel semua hiburan yang tidak banyak memberikan dampak baik. Kecuali sebagai self reward dan itu tidak sering. Sesekali untuk menyenangkan diri bukan masalah. 

Ada banyak instrumen investasi yang bisa kamu coba, diantaranya ;

Emas, yang menjaga nilai harta kamu supaya tidak tergerus inflasi.


Deposito, obligasi, saham, dan reksadana agar uang bertumbuh. Tapi bagi kamu yang beragama Islam, pastikan akad dan pengelolaannya halal, sekarang sudah banyak bank dan aplikasi yang menyediakan instrumen investasi syariah. 


Properti, bagi kamu yang memiliki dana lebih, milikilah aset berupa tanah, rumah, lahan industri, dan aset yang dapat menjadi sumber passive income

3. Investasi Kesehatan dan alat olahraga

Miliki pola hidup sehat. Sejujurnya aku agak telat dan masih berjuang untuk memiliki pola hidup sehat. Aku baru sadar setelah memiliki dua anak balita, di usiaku yang ke-25 ini. Sebelumnya aku suka makanan dan minuman manis, makanan instan, jarang minum suplemen, dan malas berolahraga. Aku juga surplus kalori sejak memiliki anak sehingga memiliki kelebihan berat badan. Sempat merasa insecure, akhirnya sekarang pelan-pelan mengatur makan, konsumsi suplemen daya tahan tubuh karena tubuh yang telah hamil dan melahirkan tidak lagi sama seperti masa gadis, aku juga minta suami membelikanku treadmill supaya bisa olahraga setiap hari meski hanya di dalam rumah. Peralatan olahraga ini opsional, kalau kamu lebih suka olahraga di tempat gym dan lapangan, memiliki waktu luang untuk sering keluar, maka tidak perlu membeli peralatan olahraga. Tapi kalau kamu seperti aku, yang memiliki kesibukan di dalam rumah, jarang keluar, dan tidak suka terkena matahari, maka membeli alat olahraga adalah keputusan yang tepat.

Hal yang lebih penting dari pola hidup sehat dan olahraga adalah kita mendapatkan tubuh yang bugar, tubuh yang bugar akan memperbaiki kualitas hidup kita. (Doain ya... Semoga berat badanku bisa kembali normal 😉)

4. Investasi produk perawatan tubuh yang tepat

Ini juga penyesalanku, aku agak terlambat. Baru setelah menikah aku benar-benar mempelajari cara merawat diri dan sungguh-sungguh. Dulu sebelum menikah, aku membeli perawatan tubuh asal-asalan, tidak sesuai kebutuhan kulit, pakainya juga jarang-jarang. Tapi setelah menikah, aku ingin terlihat cantik oleh suamiku. Aku juga menyadari bahwa beauty privilege itu nyata, di lingkungan apapun, dan mungkin juga salah satu penunjang pekerjaan. Semakin seseorang cantik/ganteng dan bersih, maka akan semakin dihargai. Dengan penampilan yang menyenangkan, kita juga akan semakin percaya diri. 

Terlambat bukan berarti tidak ada waktu untuk mencoba, penyesalan bukanlah akhir dari segalanya, manusia yang baik dan bertanggung jawab adalah manusia yang terus belajar, berproses, dan memperbaiki diri. 


Salam semangat, 

Nanda

Komentar