Menulis adalah kegiatan yang menyenangkan, dengan menulis maka kita dapat menuangkan apapun yang terlintas dipikiran kita dan beban yang menyesakkan hati kita. Menulis adalah solusi ketika tidak ada telinga yang mau mendengarkan kita, terkadang dengan menulis orang lebih mengerti dengan apa yang kita katakan daripada ketika kita mengucapkannya secara langsung dengan lisan. Menulis bisa membuat kita merasa lebih baik.
Menulis adalah salah satu cara menjaga kenangan, ingatan kita terkadang tidak dapat diandalkan, maka tulisan-tulisan kitalah yang akan menjadi reminder ketika kita membacanya kembali. Dengan menulis, kita bisa melihat progress perkembangan kita hari demi hari, ketika kita menyadari bahwa tulisan kita menjadi lebih baik dari sebelumnya maka disitulah kita akan sadar bahwa kita telah tumbuh menjadi lebih baik. Menulis juga sebuah alat introspeksi diri, karena tulisan adalah cerminan dari isi pikiran dan hati kita. Usai menulis, kita dapat membaca ulang tulisan tersebut lalu kita akan menyadari bahwa sisi mana dari diri kita yang perlu diperbaiki dan mana yang perlu ditingkatkan.
Menulis adalah sebuah cara untuk memperpanjang masa eksistensi kita di dunia ini, meskipun kita telah kembali kepada Sang Pencipta, tapi menulis bisa membuat kita tetap diingat dan dikenang oleh orang lain, maka tinggalkanlah tulisan yang bermanfaat dan mengajak orang lain kepada kebaikan, sehingga tulisan-tulisan tersebut dapat menjadi amal jariyyah yang akan memberatkan timbangan amal kebaikan kita.
Agar tulisan kita enak dibaca, kita perlu mengasah kemampuan menulis. Sebenarnya saya juga masih tahap belajar dan sedang mengasah kemampuan menulis saya, dengan menulis ini sebenarnya saya hanya ingin sharing kepada para teman pembaca. Semoga tulisan ini efektif dan dapat dipakai ketika teman-teman berdakwah melalui tulisan.
Ada beberapa cara mengasah kemampuan menulis, sebagai berikut ;
1. Rajin Membaca
Dengan membaca maka kosakata dan wawasan kita akan bertambah, kita akan memiliki banyak ide tentang apa yang akan ditulis, dan kita akan memiliki gudang kosakata yang akan memperbagus diksi tulisan. Dengan terbiasa membaca, sadar maupun tanpa disadari kita akan dapat memahami pola dalam membuat tulisan.
2. Menulislah dengan ikhlas
Menulis dengan ikhlas akan membuat tulisan lebih lentur, alami, dan lebih enak dibaca daripada ketika menulis dengan terpaksa. Sesuatu yang dilakukan secara ikhlas, biasanya juga akan mengena di hati sendiri dan orang lain. Ikhlas akan menjadikan sebuah tulisan lebih hidup.
3. Menulislah dengan cinta
Menulislah dengan cinta, menulis karena menyenangi kegiatan ini. Bukan karena faktor yang lain, tidak salah ketika kita mengharapkan imbalan dari apa yang kita tulis, karena menulis juga bisa menguntungkan para penulis jika mempublikasikannya di tempat yang tepat. Akan tetapi, jangan jadikan uang sebagai faktor utama menulis, karena ketika kita menjadikan uang sebagai alasan utama menulis, kita akan menjadi tidak bersemangat bahkan berhenti menulis ketika tidak mendapatkan bayaran apa-apa. Berbeda jika faktor utama menulis adalah cinta, apapun keadaan kita sebagai penulis, bagaimanapun keras dan terjalnya dunia literasi, seorang penulis yang penuh cinta akan terus menelurkan karyanya.
4. Menulis setiap hari
Jadikan kegiatan menulis sebuah rutinitas dan kebiasaan. Kemampuan menulis akan semakin terasah jika kita terbiasa menulis setiap hari. Sebenarnya segala sesuatu yang ingin kita kuasai hanya butuh pembiasaan. Menurut saya, siapapun bisa menjadi penulis. Orang yang lahir dengan bakat menulis dan membiasakannya akan membuat tulisannya menjadi sangat bagus, dan orang yang lahir meski tanpa bakat, dia tetap akan bisa menjadi penulis yang sangat baik bila membiasakannya.
5. Mengikuti komunitas menulis
Bergabunglah dengan komunitas menulis online maupun offline. Biasanya di komunitas kita akan saling sharing dengan para penulis lainnya sehingga dapat menambah keilmuan kita. Beberapa komunitas terkadang juga mengadakan event pelatihan menulis dan perlombaan sehingga kita akan semakin terpacu untuk terus belajar dan mengasah kemampuan menulis.
6. Personal Branding
Tunjukkan keunikan dirimu dalam dunia kepenulisan, tidak perlu mencoba menjadi orang lain. Jadilah diri sendiri dalam versi terbaik, bagikan tema-tema yang dikuasai, tidak perlu ikut trend kepenulisan atau menulis untuk meningkatkan traffic.
7. Menulis Untuk Publik
Kirimkan naskah kepada penerbit meski belum tentu naskah itu akan diterima, kirimkan tulisanmu kepada media online yang barangkali tulisan itu akan ditolak. Karena terkadang editor berkenan menjelaskan apa kekurangan yang ada pada tulisan kita sehingga hal itu bisa menjadi bahan perbaikan bagi kita. Bagikan tulisan secara online, bisa melalui blog, media sosial, aplikasi menulis, karena pembaca akan menilai kualitas dari tulisan kita. Jika penilaian kita bagus maka semangat menulis akan semakin bertambah, jika penilaian itu adalah sebuah kritikan maka bisa dipertimbangkan untuk memperbaikinya.
Penulis yang baik adalah penulis yang terus menulis.
Salam Penulis,
Nanda Fadhila Putri
Mantap...kami tunggu tulisan berikutnya
BalasHapusTerimakasih :)
Hapus