Menemukan Potensi Diri

    Setiap orang diciptakan dengan potensi diri masing-masing, bedanya ada orang yang menemukan potensi diri lalu mengembangkannya, ada orang yang menemukan potensi diri lalu dibiarkan saja tanpa ada usaha agar potensi itu dapat berkembang, ada pula orang yang tidak mampu menemukan potensi tersebut karena berbagai macam faktor. 

    Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang tidak mengembangkan potensinya adalah karena tidak ada dukungan dari orang sekitar, mudah berputus-asa karena pernah gagal ketika mengembangkan potensinya, tidak ada wadah untuk bertumbuh dan mengembangkan potensi yang ada. Seakan langit dan bumi menolak, kehidupan ini tidak berpihak. Sebenarnya saya pernah ada di fase ini juga selama perjalanan saya di dunia literasi, saya pernah mengalami kegagalan-kegagalan yang membuat saya putus asa. Akan tetapi, saya memilih untuk bangkit, menjadi orang yang penuh ambisi dan mencari jalan saya sendiri dalam mengembangkan potensi. Saya yang dulu selalu memedulikan apa kata orang sehingga malu untuk menunjukkan potensi, sekarang menjadi orang yang tidak lagi mendengarkan kata-kata tidak membangun dari orang lain. Lihatlah saya, si penulis amatiran yang tidak pernah bosan menelurkan karya. Memang sempat menghilang dari kegiatan ini, tapi bukan karena putus asa, melainkan ada kehidupan baru yang terlahir dari rahim saya.

    Sedangkan penyebab seseorang tidak menemukan potensi dirinya adalah karena adanya kekangan dari orang tua, tidak menemukan guru yang tepat, ketakutan dan rasa tidak percaya diri ketika akan melakukan sesuatu, serta pengalaman-pengalaman traumatis. Untuk kamu yang sedang berusaha menemukan potensi diri, tulisan ini saya hadirkan bukan dalam rangka menggurui, karena siapalah saya, hanya si amatiran yang percaya diri dan mencintai diri sendiri. hehe... 

Berikut adalah langkah-langkah menemukan potensi diri ;

1. Cari tahu apa yang kamu sukai dan apa yang tidak kamu sukai

Ini penting sekali untuk mengetahui minat kamu, karena sebelum mengetahui potensi yang dimiliki, kita harus memiliki minat dulu. Karena potensi selalu menjadi hal yang disukai, diminati, dicintai. 

2. Belajar hal-hal baru

Keluarlah dari zona nyaman dan rutinitas yang itu-itu saja, cobalah melakukan hal-hal baru, jadilah berani untuk menunjukkan diri di tempat yang baru.

3. Fokus pada satu atau beberapa minat

Fokuslah pada satu atau beberapa minat yang paling kamu kuasai, seriuslah dalam belajar, terus improve diri ketika melakukan kesalahan sehingga kamu merasa bahwa apa yang kamu minati dan kuasai itu telah menjadi bagian dari dirimu sendiri

4. Bangun personal branding

Bangunlah personal branding pada minat yang kamu kuasai. Misalnya jika kamu minat dan bisa menulis, tunjukkan kepada orang-orang karyamu sebagai penulis dan jangan malu mengatakan bahwa kamu juga penulis karena kamu memiliki karya yang dibaca orang lain meski tulisan itu belum terpajang di toko-toko buku besar. Kalau kamu punya suara indah, ikutlah kontes-kontes menyanyi atau mengaji, jangan malu memberitahu orang lain dengan apa kamu ingin dikenali, sebagai musisi atau Qari dan qari'ah. Ketika kamu pandai melukis atau ahli dalam membuat sesuatu, buatlah portofoliomu sendiri, tunjukkan kepada orang lain dan validasi tentang siapa diri kamu. 

Potensi adalah sesuatu yang diminati dan dikuasai dengan baik, kita bukanlah apa yang orang lain pikirkan melain sesuatu yang kita tampakkan. 

Temanmu bertumbuh,
Nanda Fadhila Putri

Komentar